• Blockquote

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Al Quran: Sumber Utama Inspirasi

Sabtu, 23 Juli 2011 0 komentar

Pernahkan Anda mendengar ada orang pergi ke hutan, ke gua, ke gunung, atau ke tempat sepi lainnya untuk mencari inspirasi? Boleh-boleh saja jika mereka tidak melewatkan sumber inspirasi utama. Anda boleh mencari inspirasi dari mana pun setelah sebelumnya mendapatkan inspirasi dari sumber utama ini.

Segala inspirasi ada di Al Quran. Jika Anda tidak menemukan inspirasi dari Al Quran, artinya Anda belum mengenal atau cukup berinteraksi dengan Al Quran. Sebaliknya banyak orang yang mencari inspirasi dari sumber yang tidak jelas. Dari orang-orang yang sebenarnya tidak memiliki kehidupan yang baik, tidak patut menjadi inspirasi.
Kita boleh mengambil inspirasi dari mana pun, selama inspirasi tersebut tidak melanggar syariat dan nilai Al Quran. Agama Islam tidak membatasi kita mendapatkan hikmah dari mana pun, selama rujukan utama kita Al Quran dan hadits. Hati-hatilah mengambil inspirasi dari seseorang atau sesuatu yang memungkin kita tergelincir.
Sungguh, Al Quran mengandung inspirasi tanpa batas dan global. Mungkin untuk hal detil dan spesifik kita bisa mengambil inspirasi dari sumber lain selama masih selaras dengan sumber utama. Jika kita mau tadabur Al Quran secara terus menerus, insya Allah akan banyak inspirasi kita dapatkan.
Cobalah baca dan resapi beberapa ayat di bawah ini. Inspirasi apa yang Anda dapatkan? Silahkan berbagi pada form komentar.

http://www.motivasi-islami.com/al-quran-sumber-utama-inspirasi/sumber : 

Cara Mengatasi Bagai Makan Buah Simalakama

0 komentar

Pernahkah Anda mendengar istilah bagai makan buah simalakama? Atau mungkin pernah mengalaminya? Bagai makan buah simalakama adalah sebuah kondisi dimana kita dihadapkan kepada pilihan yang sulit. Orang mengibaratkan jika kita maka ayah mati, jika tidak ibu mati. Ini adalah sebuah kiasan bagaimana sulitnya kita mengambil keputusan.
Jika dibiarkan, hidup kita akan terombang-ambing dengan 2 keputusan yang menggantung. Semua aktivitas kita akan terganggu, membuat hidup tidak produktif, perasaan emosi yang negatif, dan akan menurunkan tingkat kesehatan juga.
Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Ada dua strategi berpikir yang bisa kita terapkan saat kita menghadapi bagai makan buah simalakama. Silahkan pilih yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Strategi Pertama: Ambilah Keputusan dan Konsekuensinya

Disaat tidak ada lagi pilihan yang bisa diambil. Kita harus segera mengambil keputusan. Meski keputusan itu pahit dan tidak mengenakan. Sebenarnya saat ada 2 pilihan, kita memiliki 2 pilihan lagi. Misalnya kita harus memilih antara A dan B. Maka kita memiliki 3 pilihan.
Pertama Pilihan A
Kedua Pilihan B
Ketiga Pilihan A dan B
Keempat Tidak Memilih A maupun B
Untuk pilihan ketiga, tidak selamanya bisa dilakukan. Bisa saja kita memang tidak bisa memilih keduanya, tetapi itu harus kita pertimbangkan sebab mungkin akan memberikan solusi. Sementara pilihan keempat selalu bisa kita ambil. Perlu kita pertimbangkan juga karena bisa jadi memberikan solusi.
Yang namanya bagai makan buah simalakama, tentu setiap pilihan kita akan membawa sebuah konsekuensi yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu, pilihlah konsekuensi yang paling ringan. Ambilah salah satu keputusan dari 4 pilihan itu dan bersiaplah untuk menerima konsekuensinya. Ini jauh lebih baik dibandingkan terus mengambang karena akan merusak hidup Anda dalam jangka panjang.
Yang dimaksud bersiap menerima konsekuensi itu tidak selamanya pasrah, menerima apa yang terjadi. Tetapi bersiap untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah yang mungkin timbul. Setidaknya dengan tujuan untuk meminimalisir akibat negatif dari konsekuensi tersebut. Mungkin kita belum tahu cara, tetapi kita bisa pikirkan nanti. Percayalah, Anda bisa.
Namun yang ingin saya tekankan disini ialah kita harus segera mengambil keputusan dan menerima konsekuensinya. Percayalah ke depan kita akan bisa mengatasi, memperbaiki, atau menyembuhkan akibat dari konsekuensi tersebut. Saya teringat kisah yang inspiratif dari seorang tukang yang terjepit reruntuhan gempa. Jika dia diam nyawa terancam, jika dia ingin segera pergi maka dia harus memotong kakinya. Keduanya berat, tetapi memotong kaki memiliki konsekuensi lebih kecil. Meski saat ini dia menjadi orang cacat, tetapi dia sedang berusaha untuk mengatasi kondisinya tersebut.
Memang, konsekuensi negatif yang datang akan menjadi masalah baru. Tetapi kita harus percaya diri bahwa kita sanggup mengatasinya di kemudian hari dan kita yakin bahwa Allah akan menolong kita. Jangan lupa, mintalah petunjuk Allah saat kita akan memilih pilihan sulit. Lakukan shalat istiqarah, berdo’alah, dan tawakalah kepada Allah.

Strategi Kedua: Carilah Kemungkinan Pilihan Lain

Jika memungkinkan, cobalah cari alternatif pilihan lain. Tidak bisa? Jika memang tidak bisa, maka kita kembali ke strategi pertama. Namun, ada baiknya kita coba pikirkan dengan pikiran terbuka dan pikiran kreatif kita untuk mencari kemungkinan pilihan kelima, keenam, dan seterusnya. Karena bisa jadi, kita menganggap hanya ada 4 pilihan karena kita belum tahu, karena pikiran kita tertutup. Bisa jadi setelah berpikir, bertanya, dan berdikusi kita akan menemukan pilihan yang lain.
Kuncinya ialah kita memiliki pikiran yang terbuka untuk menerima ide dan gagasan baru. Baik terbuka terhadap ide sendiri maupun ide dari orang lain. Seringkali orang tertutup pikirannya sehingga tidak menemukan alternatif lain. Pikirkan, berpikirlah kreatif karena bisa jadi masih ada alternatif lain yang jauh lebih baik daripada pilihan-pilihan yang sudah ada. Bukalah hati, pikiran, dan mata Anda. Mintalah Allah menunjukan solusi. Berdo’alah, tenang, dan bukalah mata hati Anda, mungkin ada alternatif lain di luar sana yang belum terpikirkan. Jangan cepat menyerah.
Jika memang, tidak ada lagi pilihan dan harus diambil keputusan cepat, maka kita kembali ke strategi pertama.
Apakah Anda punya pengalaman bagai makan buah simalakama? Dan bisa mendapatkan solusinya? Silahkan berbagai disini. Mudah-mudahan bisa membantu saudara kita yang sedang mengalami bagai makan buah simalakama.

http://www.motivasi-islami.com/cara-mengatasi-bagai-makan-buah-simalakama/sumber : 

Kisah Dua Tukang Sol

0 komentar


Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.
“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.
“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.
“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”
“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.
“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.
“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.
“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.
Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.
“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”
Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.
Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,
“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”
Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,
“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”
“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.
“Abang yakin?”
“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.
“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.
“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.
Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.
“Apa kabar mang Udin?”
“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.
Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,
“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”
“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.
“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.
Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,
“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”
“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.
Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.
“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.
Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.
“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.
“Tidak.”
“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”
Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.
“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.
“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”
Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.

http://www.motivasi-islami.com/kisah-dua-tukang-sol/seumber : 

 
Arsipan Unik © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum